10 Cara Setting / Konfigurasi Dasar Hotspot Di Mikrotik


Umumnya sebagai langkah keamanan sebuah jaringan wireless, seorang user harus memasukan sebuah password khusus terlebih dahulu untuk connect dengan wifi yang ada di sekitarnya, jika password yang di tuliskan benar maka user tersebut bisa menikmati fasilitas internet dari wifi yang di pilih.

Berbeda dengan system wifi yang di miliki mikrotik, dimana untuk terhubung dengan wifi mikrotik tidak menggunakan password, user bisa langsung connect dengan wifi yang di pilih, tapi walaupun sudah connect, user tidak akan bisa menggunakan fasilitas internet, untuk menikmati internetnya user harus melewati system keamanan dari salah satu fitur mikrotik yaitu hotspot.

Hotspot merupakan salah satu fitur mikrotik yang berfungsi sebagai gerbang untuk berselancar di internet, cara kerjanya yaitu jika ada seorang user yang sudah terhubung dengan sebuah jaringan dan sudah di lengkapi dengan fitur hotspot, maka ketika user tersebut membuka sebuah web browser dan menuliskan sebuah alamat situs yang akan dituju, misalkan bluespedia.xyz, maka web browser akan mengarahkannya ke halaman login fitur hotspot mikrotik, di halaman tersebut user di minta untuk memasukan username dan password, jika user dan pass yang di masukan benar, maka user bisa menggunakan internet, tapi jika salah tentunya tidak akan bisa. Tak hanya di jaringan wireless saja, fitur hotspot ini bisa di gunakan di jaringan kabel.

A. Fitur Hotspot
Fitur hotspot bisa di katakan sebagai gabungan dari beberapa service yang ada di mikrotik, berikut diantaranya :

1. DHCP
Ketika ada user yang terhubung dengan jaringan hotspot, maka secara otomatis user tersebut akan mendapatkan IP otomatis / DHCP dari mikrotik. 

2. Firewall NAT
Biasanya untuk menghubungkan user dengan internet, kita harus menambahkan sebuah konfigurasi Firewall Nat Masquerade di mikrotik, dengan fitur hotspot ini kita tidak perlu membuat konfigurasi tersebut, karena sudah otomatis di buatkan.

3. Simple Queue / Queue Tree
Dengan fitur hotspot ini, kita bisa mengatur besar bandwidth yang akan di berikan per IP / user, baik upload maupun download, sama seperti kita menggunakan simple queue / queue tree.

4. Schedule
Selain dapat mengatur besar bandwidth, fitur hotspot juga bisa kita gunakan untuk mengatur batas waktu pemakaian internet per user, misal user A hanya bisa menggunakan internet selama 10 menit saja, sedangkan user B bisa sampai 1 Jam.

5. DNS
Seperti yang kita ketahui fungsi dari DNS adalah untuk menerjemahkan IP ke domain dan sebaliknya dari domain ke IP, dan dengan DNS ini sebuah jaringan bisa terhubung dengan internet. Jika biasanya untuk setting DNS di lakukan di menu IP > DNS, di fitur Hotspot kita bisa mentukan DNS yang akan di gunakan ketika konfigurasi.

6. Proxy
Mengarahkan user yang ingin menggunakan internet ke halaman login hotspot.
Untuk konfigurasi / cara membuat fitur hotspot ini sangatlah mudah, dan tipe Routherboard yang sudah mendukung fitur ini pun sudah banyak, mungkin hampir semuanya. Dalam tutorial ini saya menggunakan mikrotik RB750 dan RB951Ui-2nD, baiklah berikut tutorialnya :

B. Konfigurasi Hotspot
1. Membuat Konfigurasi Hotspot Baru
Di halaman utama mikrotik, klik menu IP > Hotspot, pada menu Hotspot ini kita akan melihat ada 11 tab, mulai dari Servers, Server profile, users, user profile sampai cookies. Di antara 11 tab tersebut klik klik tab yang pertama yaitu tab Servers, lalu klik Hotspot Setup untuk membuat Hotspot baru.

2. Pilih Interfaces
Ketika kita klik Hotspot setup maka otomatis akan muncul sebuah jendela baru, untuk yang pertama kita di minta untuk memilih interfaces mana yang akan di pasang Hotspot, dalam tutorial ini saya memilih jaringan LAN / Kabel, karena kalau saya pilih Wifi bisa-bisa ribut sekantor :D. 

3. Setting Network
Tentukan network yang akan di gunakan untuk hotspot, jika sebelumnya kita sudah setting IP address dari interfaces yang di pilih pada tahap 2, maka pada tahap ini akan terisi secara otomatis, tapi jika belum setting IP address, kita bisa setting disini.

4. DHCP POOL
Pada tahap ini kita di minta untuk menentukan range IP yang akan di bagikan ke user menggunakan service DHCP Server, secara default mikrotik akan mengisi range IP pada kolom ini berdasarkan subnet IP pada tahap ke 3, misalnya jika networknya 192.168.1.1/24 maka range IPnya mulai dari 192.168.1.2 – 192.168.1.254, meskipun sudah terisi otomatis, kita masih bisa untuk merubahnya sesuai kebutuhan. Untuk lebih jelasnya mengenai cara menghitung subnetting kita bisa melihatnya di sini lengkap dengan program subnetting, yang hanya dalam waktu kurang dari 1 menit, kita bisa mengetahui hasil dari subnetting, tutorialnya klik disini 

5. Security SSL Certificate
Menentukan system keamanan SSL sertificate, jika kita memiliki sebuah sertifikat SSL, kita bisa mengisinya di bagian ini, jika tidak pilih saja none.

6. SMTP Server
Jika kita memerlukan / memiliki SMTP server, kita bisa menuliskan IP SMTP server pada tahap ini, tapi jika tidak perlu isi saja dengan IP 0.0.0.0.

7. IP DNS Server
Sama halnya dengan fungsi dari menu IP > DNS, pada tahap ini kita di minta untuk menentukan IP DNS yang akan digunakan, kita bisa menggunakan IP DNS yang di berikan ISP atau menggunakan IP open DNS, jika kita bingung isi saja dengan IP DNS google 8.8.8.8 dan 8.8.4.4

8. Domain
Langkah selanjutnya yaitu menuliskan sebuah nama untuk domain local hotspot server yang akan di gunakan, fungsinya yaitu untuk sebagai pengalihan, dimana setiap user yang baru terhubung dengan jaringan hotspot dan ingin menggunakan internet, ketika menuliskan sebuah alamat situs maka user akan di arahkan ke alamat domain local hotspot untuk melakukan login user sebagai syarat untuk menggunakan internet. Jika kolom domain ini di kosongkan maka user akan di arahkan ke halaman login menggunakan IP address.

9. User Management
Langkah terakhir, pada tahap ini kita di minta untuk menuliskan sebuah username dan password yang nantinya akan di gunakan untuk login ke hotspot, isilah sesuai keinginan kita, tak hanya satu user saja, nantinya kita bisa membuat user login hotspot sebanyak yang kita inginkan.

10. Finish
Jika muncul tampilan seperti ini maka konfigurasi berhasil

C. Testing
Sebagai langkah awal, hubungkan terlebih dahulu sebuah computer dengan jaringan yang sudah di lengkap fitur hotspot, baik kabel atau waireless, lalu setting IP computer secara otomatis atau menggunakan DHCP, pastikan computer mendapatkan IP DHCP dari mikrotik.
Jika sudah terhubung dan mendapatkan IP, buka atau jalankan web browser misalnya Google Crome, lalu tuliskan sebuah alamat situs di address bar, misal bluespedia.xyz, jika konfigurasi yang di lakukan benar maka kita akan di arahkan ke halaman login hotspot mikrotik, masukan data login hotspot dan pastikan setelah kita menuliskan data login, kita bisa menggunakan internet.
Video Tutorial Konfigurasi Hotspot Mikrotik
Durasi : 06:20
By : Youtube
Jangan Lupa klik Subcribe / Langganan ya :D
Itulah tutorial dasar mengenai cara konfigurasi fitur hotspot di mikrotik, pada pembahasan selanjutnya kita akan membahas lebih dalam lagi mengenai foitur hotspot ini, jadi terus kunjungi Blues Pedia, sekian artikel kali ini semoga bermanfaat :D, salam admin Blues Pedia.


Bantu kembangkan Blues Pedia yuk, caranya share artikel ini :

G+



6 Responses to "10 Cara Setting / Konfigurasi Dasar Hotspot Di Mikrotik"

  1. Saya sudah coba fitur hotspot ini tetapi setelah itu mikrotik saya hank.saya pake rb850g2
    Mohon pencerahannya terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. selain hotspot, apakah ada konfigurasi lainnya ?, seperti limit bandwidth, blokir website, blokir file, dll.

      Jika ada, coba cek resource routerboardnya di menu System > Resource, dan cek kolom berikut :
      - RAM : Pastikan masih ada free RAM,
      - CPU Load : Semakin tinggi %, maka kinerja RB semakin berat
      - Bad Blocks : Semakin tinggi %, maka semakian tidak sehat RBnya

      Terimakasih :D

      jangan sungkan untuk mengkoreksi konten Blues Pedia ya,

      Delete
  2. Saya sudah konfirmasi dengan benar tetapi kenapa waktu tes tidak dapat terhubung? Hanya mencari alamàt IP terus ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. 1. maksudnya mencari IP, apakah user tidak mendapatkan IP dari hotspot ?,
      - Cek poin B2. Pilih Interfaces, pastikan interfaces yang di pilih mengarah ke user, dan cek juga konfigurasi IP POOL

      2. Tidak dapat terhubung, maksudnya tidak dapat terhubung ke login page Hotspot ?
      - coba akses situs Http, karena hotspot mikrotik belum support dengan situs https.

      terimakasih,

      Delete
  3. Mas kalo mau pake wireless berarti konfigurasi ke wirelessnya dulu ya? Trus klo misalnya pengen user yg konek ke hotspot terhubung ke internet gimana? Makasih mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. jika maksudnya menggunakan wireless external (bukan bawaan dari mikrotik), silahkan ikuti tutorial berikut :

      http://www.bluespedia.xyz/2018/02/15-konfig-hotspot-mikrotik-tplink.html

      Delete